Kurikulum

Pembelajaran Mendalam

Sumber: Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua (Kemendikbud RI, 2025)

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Olah pikir Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan memecahkan masalah.

Olah hati Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.

Olah rasa Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan antarmanusia.

Olah raga Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani.

Ilustrasi Olah Pikir dan Olah Hati
Ilustrasi Olah Pikir dan Olah Hati
Alur PM
Alur PM
Ilustrasi Olah Pikir dan Olah Hati Ilustrasi Olah Pikir dan Olah Hati

Olah rasa Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan antarmanusia.

Olah raga Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani.

Dimensi Pembelajaran

Keimanan
Kewargaan
Kreativitas
Kemandirian
Komunikasi
Kesehatan
Kolaborasi
Penalaran

Keimanan dan Ketaqwaan thd Tuhan YME

Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Kewargaan

Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.

Kreativitas

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah

Kemandirian

Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

Komunikasi

Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

Kesehatan

Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

Kolaborasi

Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.

Penalaran Kritis

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.

Prinsip Pembelajaran

Bermakna
Menggembirakan
Berkesadaran

Bermakna :

1. Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata

2. Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata

3. Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya

4. Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru

5. Keterkaitan dengan bidang ilmu lain

6. Pembelajar sepanjang hayat

Menggembirakan :

1. Lingkungan pembelajaran yang interaktif

2. Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu

3. Menginspirasi

4. Tantangan yang memotivasi

5. Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)

6. Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan

Berkesadaran :

1. Kenyamanan peserta didik dalam belajar

2. Fokus, konsentrasi, dan perhatian

3. Kesadaran terhadap proses berpikir

4. Kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya

5. Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya

6. Keterbukaan terhadap perspektif baru

7. Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru

Pengalaman Belajar

Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan sensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Jenis Pengetahuan

📀Pengetahuan esensial

📀Pengetahuan Aplikatif

📀Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

🐂Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya

🐂Menstimulasi proses berpikir peserta didik

🐂Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari

🐂Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif

🐂Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya

🐂Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.

Pendalaman Pengetahuan

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Karakteristik

🐐Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.

🐐Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.

🐐Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.

🐐Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada.

Contoh : Topik perssamaan linier

• Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.

• Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

Merefleksi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Karakteristik

🐞Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar

🐞Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri)

🐞Menerapkan strategi berpikir

🐞Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran)

🐞Meregulasi emosi dalam pembelajaran

Contoh

🐟Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh

🐟Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran

🐟Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.

🐟Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

Kerangka Bembelajaran

Praktik Pedagogis
Lingkungan Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Kemitraan Pembelajaran

Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.